MERZYMANIA NEWS

3 Oktober 2012

Local Retro Kawasaki kz200 Binter Merzy

Tak ingin larut dalam dunia aliran modifikasi retro, Ilham Ramadan ingin memberikan nuansa baru. Tentunya lewat ciri khas yang diterapkan di Binter Merzy miliknya ini.

Coba menerapkan konsep minimalis. Meskipun, paham alirannya berkesan retro. Maka itu, saya sendiri menyebutnya aliran lokal retro, ungkap Ilham yang punya workshop berngaran UColour ini.

Konsep minimalis dimaksud, soal pemotongan sasis. Nah, ini yang coba dihindari modifikator 46 tahun itu. Artinya, doi lebih pilih pertahankan sasis standar tanpa memotong frame terpenting. Misalnya back bone dan juga bagian las-lasan pabrik.

“Karena saya yakin, disitu letak kekuatan dan kenyamanan dari sebuah motor. Kalau sudah mengubah, posisi ergonomi takut tidak nyaman. Lebih baik bikin rangka baru sekalian, aku pria yang workshopnya di Perum Depok Maharaja, Blok J2/12A, Depok, Jawa Barat.


Sebenarnya juga, konsep di Merzy ini mengacu ke dua aliran berbeda. Yaitu, hot rod dan brat style. Kesan aliran yang pertama, diwujudkan lewat drop seat yang dibuat turun layaknya pacuan yang aplikasi rangka rigid.
Permainan warna dan pen striping dari DJ Airbrush di Depok II, ikut memperkuat kesan hot rod. Lalu, kesan brat style dimunculkan dari suspensi belakang yang tetap aplikasi dua peredam kejut.
Terakhir, wadah bahan bakar aplikasi milik Zundap. Tapi, nut dipermukaan digerinda agar tangki tampil polos. Supaya tak menggangu proses pen striping, tutup pria akrab disapa Uam itu. (motorplus-online.com)

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Avon 3,50×19
Ban belakang : Sinco 1300/90-16
Pelek : TK 2,50×19
Pernis : TK 2,50×16
UColour : 0856-844-1009
Penulis : Eka | Teks Editor : Nurfil | Foto : Herry AXL
Sumber :  http://bit.ly/PuhMni



Brother dan Sister Belum dapat menemukan apa yang dicari ? Silakan Gunakan Alat Percari Khusus dari Google

Binter Merzy Kz200 Oldskull Speedway Custom

Pemilik Motor kz200 Binter Merzy Modifikasi ini adalah Eddy Triyono pemilik motor ini tentu bukan pembalap. Apalagi rider yang balap di kejuaraan speedway. Itu lho balapan yang terkenal di Amerika. Namun tunggangan pria akrab disapa Boet ini, layak disebut motor alumni balap speedway.

Dibilang lulusan speedway sangat wajar, karena motor ini dipakai harian. Hanya tampilan sasis bergaya balap yang mengandalkan teknik ngepot tanpa ngerem itu. “Rangka dibuat ulang dengan pipa seamless dan bentuknya persis seperti motor balap speedway,” ujar Ardito Anggarini yang tidak lain builder motor ini.

Sasis customized tentu dirancang dengan perhitungan matang. Karena disesuaikan dapur pacu Binter Merzy. “Mesin Binter tidak terlalu besar, jadi bentuk rangka custom harus pas. Supaya tidak ada ruang kosong,” imbuh pria akrab disapa Dito dan punya workshop di Jl. Cipinang Pulo Maja No.1, Jakarta Timur.

Cukup dicermati pada bagian rangka, karena memakai pipa berukuran 3/4 inci dengan sistem double cover. Artinya 2 buah pipa saling menempel menjadi satu, pipa itu berpisah pada bagian tengah ke belakang, dan kembali berhimpitan menjadi satu pada bagian depan.


Sistem 2 pipa ini pastinya punya daya tahan lebih kuat, dan tampilan lebih keren. Dengan begitu bentuk tangki tidak lagi memikirkan bentuk dan model. Frame custom ini yang membuat bentuk tangki terbentuk dengan sendirinya. “Hanya menyesuaikan dimensinya saja,” tambah Dito yang 34 tahun dan ramah ini.

Kreativitas seakan tidak bisa berhenti, dan lagi ditonjolkan pada bagian suspensi di depan. Aplikasi sok berdiameter besar milik Suzuki GT 380 sangat pas. Apalagi ada penambahan per peredam sok belakang tepat di bagian atas sokbreker, tampilan tidak lagi hampa pada bagian ini.

Untuk kenyamanan harian dipilih roda ukuran medium, tidak seperti umumnya speedway dengan lingkar roda 21 inci. Begitu juga tipe kembang ban dipilih untuk melesat di aspal, bukan menggaruk tanah.

Pilihan kelir hitam ditenggarai memiliki kaitan kuat dengan kebiasaan Eddy, yang memang bekerja di label rekaman musik aliran metal. Wah, jadi memang bukan pembalap ya.

Detail Part Bekas

Eddy alias Boet memang kreatif, banyak akal di soal penambahan sisi detail motor. Seperti pada bagian footstep yang dibuat dengan memanfaatkan kumpulan pelatuk bekas dari mesin Binter.

“Fungsi pijakan kaki itu tidak ada. Hanya memang kebutuhan untuk style semata. Detail dengan bentuk yang aneh akan jadi lebih menarik,” kata pria jangkung dan gondrong ini.

Tidak cuma di footstep, setang  piston bekas juga ikut disulap dan dijadikan standar untuk menahan motor.

Lanjuty ke belakang, pegangan cakram juga dibuat dengan kreasi sendiri dari bahan pelat. Detail ini juga dibentuk dengan sangat rapi, karena juga sudah melewati proses chrome.Walau kelir sudah dominan hitam, namun detail sudah dipadu dengan sentuhan krom. Sehingga kelihatan jadi lebih resik.

DATA MODIFIKASI
Ban depan : Dunlop 130/80-16
Ban belakang : Dunlop 140/80-16
Teromol depan : Ninja
Lampu depan : Variasi mobil
Mudah-mudah dengan Postingan kali ini bisa menambah Literatur untuk modifikasi Binter Merzy kita bertambah

Sumber : http://bit.ly/SBMHOL

Brother dan Sister Belum dapat menemukan apa yang dicari ? Silakan Gunakan Alat Percari Khusus dari Google

Popular Posts